jurnalnusantara.co.id, KOTA CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa pembangunan sebuah daerah tidak akan sempurna jika hanya berfokus pada infrastruktur fisik tanpa menyentuh dimensi spiritual dan moral. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon Masa Khidmat 2025–2030 yang digelar di At-Taqwa Center, Selasa (14/04/2026).
Dalam agenda tersebut, Wali Kota secara resmi mengucapkan selamat kepada KH Samsudin yang terpilih sebagai Ketua Umum MUI Kota Cirebon. Ia berharap kepengurusan baru ini dapat memperkuat posisi MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kematangan spiritual masyarakat.
Salah satu poin krusial yang ditekankan Wali Kota adalah keterlibatan tokoh agama dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya tumpukan sampah di kawasan Sungai Sukalila yang masih memprihatinkan. Menurutnya, regulasi pemerintah tidak akan cukup tanpa adanya sentuhan nilai-nilai agama dalam membentuk kesadaran kolektif.
“Persoalan sampah bukan sekadar masalah teknis, tapi soal perilaku. Saya berharap para alim ulama, kyai, dan ustaz dapat menyisipkan pesan kebersihan lingkungan dalam setiap dakwah. Jika pesan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman disampaikan di mimbar-mimbar masjid, insyaallah kesadaran masyarakat akan tumbuh lebih cepat,” tegas Effendi Edo.
Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif, Wali Kota mengingatkan bahwa capaian tersebut harus dibarengi dengan etika publik yang kuat. Beliau juga mendorong MUI untuk merumuskan program konkret terkait:
-
Pemberdayaan Ekonomi Umat: Penguatan ekonomi berbasis syariah.
-
Sertifikasi Halal: Pendampingan bagi para pelaku UMKM lokal.
-
Filantropi Islam: Pengelolaan zakat dan wakaf secara profesional untuk produktivitas masyarakat.
Merespons harapan tersebut, Ketua Umum MUI Kota Cirebon, KH Samsudin, menyatakan komitmennya untuk menghadirkan Islam yang damai dan berkemajuan di Kota Udang. MUI telah menyiapkan program kerja yang terbagi dalam sembilan komisi strategis.
“Salah satu program unggulan kami adalah Pendidikan Kader Ulama (PKU). Ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjaga harmoni di Kota Cirebon,” ujar KH Samsudin.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Kota Cirebon optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan masyarakat yang memiliki ketahanan moral yang kokoh menghadapi tantangan zaman.
- Dadang
